Skip to content
Metro

Polisi Tewas Ditabrak Truk di Tol saat Bantu Pengemudi

Tegar Ananda - tempatdonasi.com 4 mins read

Polisi Tewas Ditabrak Truk di Tol saat Bantu Pengemudi Pidana Anyar untuk Aktivis Facing Challenges - Kecelakaan lalu lintas yang berujung pada kematian

Polisi Tewas Ditabrak Truk di Tol saat Bantu Pengemudi

Polisi Tewas Ditabrak Truk di Tol saat Bantu Pengemudi

Pidana Anyar untuk Aktivis

Tempatdonasi.com – Kecelakaan lalu lintas yang berujung pada kematian seorang petugas kepolisian terjadi di ruas Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W2, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat, 3 Juli 2026. Insiden tersebut melibatkan seorang personel Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Inspektur Polisi Dua Endang Karyana, yang meninggal dunia setelah tertabrak oleh truk boks Isuzu. Menurut informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.50 WIB di Kilometer 11.400 arah selatan. Saat itu, Endang sedang melakukan tugas bantuan kepada pengemudi kendaraan light truck Toyota yang mengalami masalah teknis dan berhenti di area garis chevron.

Menurut Kepala Satuan PJR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Rieki Indra, kejadian berawal ketika Endang berupaya untuk memberikan pertolongan kepada pengemudi yang mengalami kecelakaan. “Pada saat almarhum Aipda Endang Karyana akan memberikan bantuan pelayanan terhadap pengemudi kendaraan light truck nomor polisi AD 8974 WW yang mengalami gangguan di tengah perjalanan,” ujarnya dalam keterangan tertulis. Sementara itu, truk boks Isuzu yang dikemudikan Yanin melaju dari arah utara menuju selatan, tak lama setelah petugas tersebut mulai berinteraksi dengan pengemudi yang terjebak.

“Pada saat almarhum Aipda Endang Karyana akan memberikan bantuan pelayanan terhadap pengemudi kendaraan light truck nomor polisi AD 8974 WW yang mengalami gangguan di tengah perjalanan,” kata Kepala Satuan PJR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Rieki Indra dalam keterangan tertulis.

Kecelakaan terjadi secara mendadak ketika truk Isuzu yang melaju kencang menabrak bagian belakang light truck Toyota. Benturan tersebut memicu kendaraan yang terjebak bergerak ke depan dan menghantam tubuh Endang yang berdiri di dekatnya. Akibatnya, petugas tersebut menderita memar di kepala, kaki kanan remuk, dan kaki kiri patah. Tim medis di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Kramat Jati langsung mengambil alih perawatan, tetapi Endang meninggal dunia pada pukul 15.11 WIB setelah upaya penyelamatan yang dilakukan.

Menurut Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat, Komisaris Reza Hafiz Gumilang, penyelidikan terus berlangsung untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut. Tim penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan saksi, serta mengamankan kedua kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti. Selain itu, dokumen kendaraan dari truk dan light truck juga diperiksa untuk memperjelas kronologi kejadian.

Kerusakan yang terjadi pada dua kendaraan menjadi bukti nyata kecelakaan tersebut. Truk Isuzu mengalami benturan di bagian depan kiri, sementara light truck Toyota mengalami penyok pada bak belakang kanan dan bagian bodi depan kiri. Akibatnya, kedua kendaraan terpaksa ditarik ke tempat yang aman untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Dalam situasi yang terjadi, Endang tewas di tempat kejadian, sehingga membuat kecelakaan ini menjadi peristiwa yang mengejutkan bagi pengendara lain yang melintas.

Endang Karyana, yang juga dikenal sebagai Banit Induk 4 Satuan PJR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, meninggalkan seorang istri dan dua anak. Pihak keluarga telah menjadwalkan pemakamannya pada Sabtu, 4 Juli 2026, di TPU Kampung Cicageur, Desa Padasuka, Kecamatan Cibatu, Garut, Jawa Barat. Kematian Endang memicu perhatian masyarakat terhadap risiko yang dihadapi petugas kepolisian saat melakukan tugas di jalan raya, khususnya di area yang rawan kecelakaan.

Penyebab kecelakaan ini masih dalam penyelidikan. Faktor-faktor seperti kecepatan truk, kondisi jalan, serta kewaspadaan petugas menjadi fokus utama. Petugas lalu lintas terus berupaya mengidentifikasi apakah kesalahan terjadi pada pengemudi truk Isuzu atau pada petugas yang sedang membantu pengemudi lain. Dalam beberapa jam setelah kejadian, investigasi terus berjalan, dengan harapan bisa menemukan penyebab pasti serta menegaskan tanggung jawab pihak-pihak terlibat.

Insiden tersebut menunjukkan bagaimana tugas kepolisian di jalan raya bisa berisiko tinggi. Endang, yang berada di garis depan dalam menolong pengemudi yang terjebak, menjadi korban kecelakaan yang menimbulkan dampak besar bagi keluarganya. Meski kecelakaan ini terjadi secara spontan, pentingnya kesadaran pengemudi dan petugas dalam situasi darurat menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat.

Dalam upaya memperjelas kejadian, polisi juga memeriksa kondisi kendaraan yang terlibat serta mengumpulkan data dari saksi mata di sekitar lokasi. Petugas di lokasi mengatakan bahwa alur kejadian berlangsung cepat, dan tindakan Endang untuk menolong pengemudi lain tidak bisa dihindari. Meski demikian, kemungkinan faktor-faktor seperti kelelahan pengemudi, kesalahan pengamatan, atau kondisi lalu lintas yang tidak ideal turut dipertimbangkan.

Kecelakaan yang menewaskan Endang memperlihatkan bagaimana kecelakaan lalu lintas bisa terjadi dalam waktu singkat dan mengakibatkan korban jiwa. Polisi menyatakan bahwa penyelidikan akan terus dilakukan hingga semua aspek kejadian dapat dikaji secara menyeluruh. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil oleh petugas kepolisian memiliki dasar yang kuat dan aman.

Pemakaman Endang direncanakan pada hari Sabtu, 4 Juli 2026, di TPU Kampung Cicageur. Sebelumnya, keluarga korban telah mempersiapkan acara pemakaman dengan harapan dapat memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum

Join the discussion