Polisi Tangkap OPM Terduga Penembak Briptu Alvando di Intan Jaya
Polisi Tangkap OPM Terduga Penembak Briptu Alvando di Intan Jaya New Policy - Dalam upaya mengungkap aktivitas kriminal terkait konflik di wilayah Papua

Polisi Tangkap OPM Terduga Penembak Briptu Alvando di Intan Jaya
Tempatdonasi.com – Dalam upaya mengungkap aktivitas kriminal terkait konflik di wilayah Papua Tengah, SATGAS Operasi Damai Cartenz 2026 berhasil menangkap seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga bertanggung jawab atas pembunuhan Briptu Alvando Steve Karamoi, anggota Satgas Operasi Damai Cartenz-2024. Penangkapan terjadi di Kampung Bajemba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, pada Rabu, 24 Juni 2026, sekitar pukul 14.10 WIT. PP, 25 tahun, adalah anggota TPNPB-OPM yang tinggal di daerah tersebut dan disebut sebagai pelaku penembakan yang menewaskan Briptu Alvando pada 19 Januari 2024.
Pengungkapan Pelaku
Kepala Operasi Damai Cartenz, Inspektur Jenderal Faizal Ramadhani, mengungkapkan bahwa PP saat ini masih menjalani pemeriksaan penyidik di Sugapa. “PP terlibat dalam tindakan kekerasan terhadap personel Satgas Damai Cartenz-2024, termasuk Briptu Alvando Steve Karamoi,” kata Faizal, sebagaimana dilaporkan oleh Antara pada Jumat, 26 Juni 2026. Penyidikan terhadap PP tidak hanya fokus pada pembunuhan Briptu Alvando, tetapi juga menyelidiki tindakan teror lain yang terjadi di sekitar daerah tersebut.
Tindak Pidana yang Diakui
Menurut Faizal, PP diduga terlibat dalam beberapa insiden penembakan di wilayah Intan Jaya. Selain membunuh Briptu Alvando, pelaku juga diduga bertanggung jawab atas serangan terhadap Pos Satgas TNI Sugapa Lama dan Pos Satgas TNI Hitadipa pada 22 Januari 2026. Selang beberapa hari, pada 27 Januari 2026, PP juga diduga terlibat dalam serangan terhadap Pos Satgas TNI Bulapa. Dalam penyidikan, PP diancam dengan pidana penjara hingga 20 tahun, seumur hidup, atau hukuman mati berdasarkan Pasal 458 ayat (1), Pasal 466 ayat (3), serta Pasal 459 juncto Pasal 20 huruf c dan Pasal 21 ayat (1) huruf b Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Konteks Perkembangan Kriminalitas
Keberadaan OPM (Organisasi Papua Merdeka) di Intan Jaya menunjukkan bahwa kelompok ini terus aktif dalam upaya mencapai tujuan separatisnya. Area Sugapa, yang menjadi lokasi penangkapan PP, dikenal sebagai wilayah rawan konflik antara pasukan keamanan dan anggota KKB. Peristiwa penembakan Briptu Alvando adalah salah satu dari rangkaian aksi brutal yang dilakukan OPM untuk menegakkan pengaruhnya di kawasan ini. Faizal menekankan bahwa upaya penangkapan PP bukan hanya untuk menuntut pelaku, tetapi juga untuk mematahkan kemungkinan aksi serupa di masa depan.
Peran Penyelidikan Terhadap OPM
Penyidikan terhadap PP menjadi bukti komitmen Satgas Damai Cartenz dalam mengungkap aktor teroris yang merugikan keamanan nasional. Operasi ini sejauh ini telah menyita senjata dan bahan bukti yang memperkuat dugaan keterlibatan PP dalam serangan-serangan terhadap pasukan keamanan. Faizal menambahkan bahwa aksi kekerasan yang dilakukan OPM terus berkembang, dengan pola serangan yang semakin kompleks. “PP adalah salah satu dari banyak anggota OPM yang menggunakan kekerasan sebagai alat untuk menegakkan dominasi di wilayah Intan Jaya,” ujarnya.
Dampak dan Respon dari Masyarakat
Penangkapan PP memberi harapan kepada masyarakat Intan Jaya yang selama ini mengalami ketidaknyamanan akibat serangan KKB. Namun, Faizal juga mengingatkan bahwa ancaman dari kelompok ini masih tinggi, terutama setelah memasuki tahun 2026. “Kita perlu meningkatkan kewaspadaan, karena OPM tidak hanya bergerak di Sugapa, tetapi juga mengintai daerah sekitarnya,” tuturnya. Banyak warga mengungkapkan bahwa keberhasilan penangkapan PP adalah awal dari serangkaian upaya mengungkap jaringan kriminal yang terorganisir di daerah itu.
Perbandingan dengan Kasus Sebelumnya
Kasus penembakan Briptu Alvando pada 19 Januari 2024 menjadi peristiwa penting dalam sejarah Operasi Damai Cartenz. Sebelumnya, OPM juga terlibat dalam serangan-serangan kecil, seperti penembakan terhadap beberapa pos tugas di Distrik Sugapa. Namun, aksi pada 2024 menunjukkan peningkatan skala kekerasan, termasuk penggunaan senjata api yang lebih canggih. Dengan menangkap PP, polisi menegaskan bahwa mereka siap menindak tegas setiap individu yang terlibat dalam pembunuhan atau serangan terhadap personel keamanan.
Kebutuhan Penguatan Keamanan
Faizal menyoroti pentingnya penguatan keamanan di Intan Jaya, yang merupakan lokasi strategis bagi OPM. “Keberhasilan operasi ini menunjukkan bahwa kita bisa menemukan dan mengamankan pelaku, tetapi juga harus memastikan kewaspadaan terus dijaga,” jelasnya. Karena itu, pihaknya meminta dukungan dari masyarakat dan pemerintah daerah dalam memerangi aksi teroris yang meresahkan. Selain itu, penangkapan PP juga membuka kemungkinan pemeriksaan lebih lanjut terhadap anggota OPM lainnya yang terlibat dalam kejadian serupa.
Deteksi dan Operasi di Papua Tengah
Dalam beberapa bulan terakhir, Operasi Damai Cartenz telah melakukan serangkaian deteksi terhadap anggota KKB di Papua Tengah. PP adalah satu dari beberapa pelaku yang ditangkap sebagai bagian dari
