PPATK Deteksi Rekening Operasional Judi Online Hayam Wuruk
PPATK Temukan Rekening Operasional Judi Online di Hayam Wuruk New Policy - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) berhasil mengungkap

PPATK Temukan Rekening Operasional Judi Online di Hayam Wuruk
Tempatdonasi.com – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) berhasil mengungkap keberadaan rekening yang digunakan sebagai alat operasional oleh sindikat judi online internasional yang beroperasi di Hayam Wuruk Tower Plaza, Jakarta Barat. Menurut informasi yang diberikan oleh Deputi Bidang Analisis dan Pemeriksaan PPATK, Danang Tri Hartono, penyelidikan terhadap transaksi keuangan dari rekening tersebut telah dilakukan sejak tahun 2022. Dalam keterangan di Bareskrim Polri, pada Jumat, 26 Juni 2026, Danang menjelaskan bahwa dana yang mengalir sekitar Rp 489 miliar dari rekening tersebut digunakan untuk mendanai kegiatan operasional sindikat tersebut.
Sumber Dana dan Peran Warga Negara Asing
Dalam penyelidikan, PPATK menemukan bahwa dana yang dikelola dari rekening operasional tersebut sebagian besar berasal dari pembelian tiket perjalanan yang dilakukan oleh 321 warga negara asing (WNA) yang terlibat dalam sindikat tersebut. Jumlah transaksi tiket perjalanan mencapai Rp 4,4 miliar, sementara dana untuk pengurusan dokumen keimigrasian sekitar Rp 2,3 miliar. Selain itu, dana juga digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional lainnya, seperti pembayaran jasa, pengelolaan situs, dan keperluan administratif.
“Terdapat perputaran dana dalam rekening tersebut kurang lebih Rp 489 miliar sejak 2022 sampai sekarang,”
Menurut Danang, transaksi ini menunjukkan bahwa sindikat judi online ini tidak hanya mengandalkan dana lokal, tetapi juga menggandeng warga negara asing untuk mengatur operasionalnya secara global. Pengungkapan ini juga menegaskan adanya indikasi bahwa beberapa WNA yang terlibat menggunakan izin tinggal secara tidak semestinya.
Pengembangan Kasus dan Perusahaan Terkait
Dalam penyelidikan lebih lanjut, penyidik juga menemukan keterlibatan 15 perusahaan sponsor yang membantu pengurusan visa dan izin tinggal para WNA. Direktur Pengawasan dan Penindakan Ditjen Imigrasi, Yuldi Yusman, menyebut bahwa pihaknya sudah memiliki data lengkap tentang perusahaan-perusahaan tersebut dan rencananya akan memanggil mereka untuk dimintai keterangan.
Beberapa perusahaan yang diduga terlibat adalah PT Klitz Tour and Travel serta PT 1688 Prima. Tempo melakukan kunjungan ke kantor kedua perusahaan ini di Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan Taman Sari, Jakarta Barat. Saat investigasi berlangsung, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga sedang menggeledah kantor PT Klitz, yang merupakan salah satu dari dua biro jasa yang terlibat langsung dalam pengurusan dokumen keimigrasian para WNA yang terjebak dalam jaringan judi online.
Peran Anggota Tersangka
Dari total 321 WNA yang terlibat, 287 di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Mereka ditempatkan dalam berbagai posisi, seperti customer service, programmer, admin marketing, dan admin keuangan. Selain itu, beberapa WNA masih dalam proses pelatihan untuk mengoperasikan situs judi online.
Kepala penyidik juga mengungkap bahwa sejumlah WNA memainkan peran krusial dalam memperkuat jaringan operasional sindikat ini. Contohnya, MAP, yang merupakan admin keuangan, ditangkap saat tim penyidik menggerebek lantai 20 dan 21 Hayam Wuruk Tower Plaza pada Kamis, 7 Mei 2026. MAP diduga memiliki hubungan langsung dengan Lio Hongyu, yang dikenal sebagai LEO atau LTH. Pria asal Tiongkok ini diduga menjadi koordinator utama dari sindikat tersebut.
Lio Hongyu diperkirakan telah meninggalkan Indonesia setelah operasi penyergapan dan kini diduga berada di Tiongkok. Di sisi lain, BT dikenal sebagai orang yang membantu proses penyewaan lantai di gedung yang menjadi pusat operasi sindikat ini. DFA, seorang perempuan, bertugas menyiapkan rekening dan kartu ATM yang digunakan untuk menyalurkan dana operasional. DA, yang juga terlibat dalam aspek keuangan, memainkan peran dalam pertukaran uang ke kripto serta pengurusan izin tinggal para WNA.
Perkembangan Perkara dan Jumlah Situs Judi
Setelah investigasi berlanjut, penyidik menemukan bahwa sindikat ini mengelola sebanyak 145 situs judi online. Awalnya, mereka hanya memperkirakan sekitar 75 situs yang dikendalikan dari dalam gedung tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa jaringan operasionalnya lebih luas dari yang diperkirakan sebelumnya.
Selama dua bulan beroperasi, sindikat ini diduga telah mengumpulkan deposit judi online senilai Rp 13,9 triliun. Dari total tersebut, sekitar Rp 1,69 triliun disebut sebagai laba yang diperoleh. Angka ini memberikan gambaran bahwa aktivitas judi online ini sangat menguntungkan, bahkan menggerakkan transaksi yang sangat besar di dalam sistem keuangan Indonesia.
Keterlibatan Pihak Lokal
Terlepas dari keterlibatan WNA, penyidik juga menemukan bahwa empat warga negara Indonesia terlibat langsung dalam operasi sindikat ini. Mereka adalah MAP, BT, DFA, dan DA. Meskipun para WNA mengaku mengurus dokumen keimigrasian, mereka membantah adanya keterlibatan langsung dalam kegiatan judi online. Tempo sudah mengirimkan surat permohonan wawancara kepada kedua perusahaan, tetapi hingga saat ini belum ada respons.
Yuldi Yusman menegaskan bahwa ada indikasi kuat bahwa beberapa WNA menggunaan izin tinggal secara tidak semestinya. Misalnya, visa yang digunakan oleh para anggota sindikat ini beragam, termasuk visa kunjungan, visa on arrival, serta visa pra investasi. Dengan jumlah besar WNA yang terlibat, penyidik menilai bahwa keberadaan mereka di Indonesia tidak hanya untuk tujuan wisata, tetapi juga untuk mengamankan operasional judi online secara terus-menerus.
Pengembangan kasus ini juga memperlihatkan bahwa sindikat judi online ini telah menetapkan sistem operasional yang rapi dan terstruktur. Dengan adanya rekening operasional, manajemen dana yang terpisah, serta koordinasi dengan pihak luar, operasi mereka bisa berlangsung tanpa terdeteksi selama beberapa bulan. PPATK dan KPK terus memperluas investigasi untuk menemukan lebih banyak pelaku dan mengungkap jaringan yang lebih luas di balik aktivitas ini.
