Skip to content
Metro

Polisi Sita Duit Rp 60 M dari Cafe de’Clan Cipete

Wahyu Kurniawan - tempatdonasi.com 3 mins read

Operasi Besar-besaran Polisi: Rp 60 Miliar Disita dari Cafe de'Clan Cipete Polisi Sita Duit Rp 60 M - Sebuah operasi penggeledahan masif yang dilakukan oleh

Polisi Sita Duit Rp 60 M dari Cafe de’Clan Cipete

Operasi Besar-besaran Polisi: Rp 60 Miliar Disita dari Cafe de’Clan Cipete

Tempatdonasi.com – Sebuah operasi penggeledahan masif yang dilakukan oleh aparat kepolisian berhasil menggali harta karun senilai Rp 60 miliar dari dalam Cafe de’Clan Signature yang berlokasi di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Lokasi penggeledahan ini berada di Jalan Cilandak Tengah dan menjadi pusat perhatian media karena nilai aset yang ditemukan sangat besar. Tim gabungan yang dipimpin oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Kepolisian RI atau Kortastipidkor Polri bekerja sama dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya melaksanakan aksi ini.

Operasi tersebut tidak dilakukan sembarangan, melainkan berkaitan erat dengan tiga kasus penting yang sedang ditangani. Pertama adalah kasus Asabri yang melibatkan dugaan korupsi. Kedua, kasus batu bara yang menyebabkan blackout atau pemadaman listrik di wilayah Sumatera. Ketiga, kasus PT Krakatau Steel yang juga menjadi perhatian serius. Ketiga perkara ini menjadi dasar mengapa cafe tersebut menjadi sasaran utama penggeledahan.

Kami telah menyita dokumen, beberapa elsktronik termausk henphon dan uang SGD 3.130.000 dan US$ 889.965 serta Rp 259 juta. Kami konfersi dalam bentuk rupiah hampir Rp 60 miliar rupiah, ujar Inspektur Jenderal Totok Suharyanto sebagai Kepala Kortastipidkor Polri pada Rabu, 8 Juli 2025.

Penemuan uang dan dokumen tersebut tidak berada di tempat sembarangan. Para petugas menemukan brankas kecil yang tersembunyi di dalam brankas besar berukuran dua meter yang terletak di lantai dua kafe. Dari pengamatan langsung yang dilakukan oleh tim media, terlihat polisi membawa keluar tiga koper kecil berwarna hitam, biru, dan merah. Selain itu, satu koper hitam berukuran besar serta satu brankas besi kecil juga ikut dibawa ke lokasi penyidikan.

Selain cafe utama, polisi juga melakukan penggeledahan di lokasi money changer yang berada tepat di sebelah kafe. Dari tempat penukaran valuta asing tersebut, aparat berhasil menyita 71 item barang bukti dengan total nilai mencapai Rp 7,2 miliar. Seluruh barang bukti ini kemudian dibawa ke kantor Polda Metro Jaya untuk diproses lebih lanjut. Dalam proses penyidikan, polisi juga membawa tiga pegawai kafe untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini.

Total ada lebih dari delapan lokasi yang digeledah dalam operasi hari itu. Selain Cafe de’Clan dan money changer, lokasi lain yang menjadi sasaran antara lain Pacific Place, sebuah bangunan di daerah Kuningan, kawasan Sudirman, serta wilayah Bogor. Keberagaman lokasi ini menunjukkan kompleksitas kasus yang sedang ditangani oleh tim gabungan.

Hingga saat ini, belum ada tersangka resmi yang ditetapkan dalam kasus ini. Selama berlangsungnya penggeledahan, seluruh lokasi diamankan oleh puluhan anggota Korps Brigade Mobil yang mengenakan seragam lengkap dan membawa senjata laras panjang. Keamanan ketat diterapkan untuk memastikan tidak ada gangguan selama operasi berlangsung.

Operasi penggeledahan dimulai sejak pukul 11.45 WIB dan baru selesai pada pukul 21.00 WIB lebih. Waktu yang cukup lama menunjukkan bahwa proses penyitaan dan dokumentasi barang bukti dilakukan dengan cermat. Nilai Rp 60 miliar yang berhasil disita menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah kasus korupsi di Indonesia, dan proses hukum selanjutnya akan menentukan siapa-siapa saja yang akan menjadi tersangka dalam kasus-kasus ini.

Proses Penyidikan Berlanjut

Tim Kortastipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya akan melanjutkan proses penyidikan untuk mengungkap jaringan lebih luas dari kasus-kasus ini. Para saksi yang telah dibawa termasuk tiga pegawai kafe akan dimintai keterangan lebih lanjut. Barang bukti yang telah diamankan akan melalui proses verifikasi dan validasi sebelum digunakan sebagai alat bukti dalam persidangan.

Kasus-kasus yang berkaitan dengan Asabri, batu bara, dan PT Krakatau Steel ini memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Blackout di Sumatera yang disebabkan oleh kasus batu bara misalnya, telah mengganggu pasokan listrik bagi jutaan warga. Sementara itu, kasus PT Krakatau Steel melibatkan proyek-proyek infrastruktur besar yang menjadi tulang punggung pembangunan nasional.

Keberhasilan penyitaan Rp 60 miliar ini menjadi sinyal positif bagi masyarakat bahwa aparat penegak hukum terus berupaya memberantas korupsi di Indonesia. Proses hukum selanjutnya akan menunjukkan transparansi dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.

Join the discussion