Skip to content
Metro

Profil Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Kena OTT KPK

Andi Permata - tempatdonasi.com 3 mins read

Operasi Tangkap Tangan KPK di Sukoharjo: Profil Lengkap Bupati Etik Suryani Profil Bupati Sukoharjo Etik Suryani - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Profil Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Kena OTT KPK

Operasi Tangkap Tangan KPK di Sukoharjo: Profil Lengkap Bupati Etik Suryani

Tempatdonasi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaksanakan operasi tangkap tangan yang menyita perhatian publik di Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Tim penyidik dan penyelidik lembaga antikorupsi tersebut memulai operasi senyapnya pada hari Kamis, tanggal 9 Juli 2026. Operasi ini berlangsung selama beberapa hari sebelum akhirnya diumumkan secara resmi.

Budi Prasetyo, selaku juru bicara KPK, menyampaikan bahwa dalam operasi kali ini, lima individu berhasil terjaring. Salah satu nama yang paling mencuri perhatian adalah Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. Terkait proses selanjutnya, Budi menjelaskan melalui keterangan tertulis pada Jumat, 10 Juli 2026:

“Para pihak kemudian dilakukan pemeriksaan awal di Polresta Surakarta,” ujar Budi Prasetyo.

Menurut informasi yang dihimpun, tim KPK telah menyelesaikan serangkaian pemeriksaan awal terhadap kelima orang yang terjaring dalam operasi tersebut. Saat ini, KPK sedang memboyong kelima tersangka menuju ibu kota Jakarta guna menjalani proses pemeriksaan yang lebih intensif dan mendalam.

Isu Pemerasan dalam Kasus Ini

Budi Prasetyo menambahkan bahwa kasus yang menjerat Bupati Etik Suryani berkaitan erat dengan dugaan pemerasan terhadap para perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Hingga saat ini, KPK belum merilis rincian lengkap mengenai kasus pemerasan tersebut. Hal ini disebabkan oleh rencana KPK untuk mendalami keterangan dari sejumlah pihak yang terjaring dalam operasi tangkap tangan kali ini.

Perjalanan Pendidikan dan Karier Profesional

Berdasarkan data resmi dari laman Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Etik Suryani lahir di kota Surakarta pada tanggal 15 Maret 1963. Perjalanan pendidikannya dimulai dengan meraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Surakarta pada tahun 2010. Tidak berhenti di situ, Etik melanjutkan studi pascasarjana di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Adi Unggul Bhirawa Surakarta dan berhasil memperoleh gelar magister manajemen pada tahun 2018.

Sebelum terjun ke dunia politik, Etik Suryani telah menghabiskan waktu selama 27 tahun berkarier di sektor perbankan. Ia bekerja di Bank Bumi Arta Tbk mulai tahun 1983 hingga 2010. Selama periode tersebut, Etik juga aktif mengikuti berbagai program pendidikan dan pelatihan, termasuk lokakarya kepemimpinan untuk supervisor bagian A dan B yang diselenggarakan pada tahun 1995.

Mulai Berkarier di Politik

Karier politik Etik Suryani dimulai pada tahun 2007 ketika ia mengikuti pembekalan kader perempuan se-Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah. Setelah itu, pada tahun 2008 hingga 2009, Etik melanjutkan pendidikannya di Badan Sertifikasi Manajemen Risiko.

Komitmen Etik terhadap pengembangan diri juga terlihat dari partisipasinya dalam pendidikan orientasi pengembangan kepribadian dan kepemimpinan yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri pada tahun 2011 dan kembali pada tahun 2016.

Jabatan sebagai Bupati Sukoharjo

Etik Suryani telah berpengalaman panjang dalam dunia politik yang membawanya menjadi Bupati Sukoharjo untuk periode pertama pada tahun 2021 hingga 2025. Pada masa itu, Etik berpasangan dengan Agus Santosa sebagai Wakil Bupati Sukoharjo.

Kesuksesan Etik dalam memimpin daerah berhasil ditunjukkan kembali dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Pasangan Etik-Santosa kembali memenangkan pemilihan, namun kali ini Etik melanjutkan jabatannya sebagai bupati untuk periode 2025-2030 dengan menggandeng Eko Sapto Purnomo sebagai Wakil Bupati Sukoharjo.

Keuangan dan Harta Kekayaan

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan oleh Etik Suryani kepada KPK pada tahun 2025, total kekayaan yang dimilikinya mencapai Rp 9 miliar. Sebagian besar asetnya berupa tanah dan bangunan yang tersebar di wilayah Sukoharjo dan Kabupaten Wonogiri dengan nilai total Rp 4,8 miliar.

Di sisi lain, Etik Suryani juga memiliki tiga kendaraan roda empat dengan total nilai Rp 475 juta. Kendaraan-kendaraan tersebut meliputi mobil Toyota minibus tahun 1980 senilai Rp 98 juta, Toyota minibus tahun 1977 seharga Rp 125 juta, serta Toyota Vellfire 2,4 tahun 2010 senilai Rp 252 juta. Selain aset tetap dan kendaraan, Etik juga mencatat harta bergerak lainnya sebesar Rp 2,7 miliar.

Kasus yang menimpa Bupati Etik Suryani ini menjadi perhatian serius masyarakat Sukoharjo dan KPK. Proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut akan menentukan apakah dugaan pemerasan terhadap perangkat daerah terbukti secara hukum. KPK berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini dengan transparan dan akuntabel sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam memberantas korupsi di Indonesia.

Join the discussion