Skip to content
Metro

Polisi Temukan Duit Pecahan Dolar di Brankas Cafe de’Clan

Andi Permata - tempatdonasi.com 3 mins read

g Mengejutkan Special Plan - Tim penyidik dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Kepolisian RI berkolaborasi dengan Direktur Reserse Kriminal Khusus

Polisi Temukan Duit Pecahan Dolar di Brankas Cafe de’Clan

Brankas Cafe de’Clan Mengandung Kekayaan Valas yang Mengejutkan

Tempatdonasi.com – Tim penyidik dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Kepolisian RI berkolaborasi dengan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya melakukan penemuan menarik. Saat melakukan penggeledahan di Cafe de’Clan Signature yang berlokasi di Jalan Cilandak Tengah, Cipete, Jakarta Selatan, mereka menemukan tumpukan uang pecahan dolar. Uang tersebut terdiri dari dolar Singapura dan dolar Amerika Serikat yang tersimpan rapi. Penemuan ini menjadi bagian dari Special Plan yang telah dirancang oleh aparat penegak hukum untuk mengungkap jaringan kasus-kasus besar.

Penemuan ini terjadi di dalam brankas berukuran besar dengan ketinggian mencapai dua meter. Brankas tersebut ditempatkan di lantai dua kafe. Menurut keterangan resmi, uang-uang tersebut disimpan secara tersembunyi di balik lemari tempat brankas berada. Selain uang, para petugas juga menemukan sejumlah dokumen penting di lokasi yang sama. Special Plan ini menunjukkan komitmen kuat kepolisian dalam memberantas korupsi di berbagai sektor.

“Penyimpanan uang yang cukup besar dan fantastis dalam bentuk dolar Singapura dan Amerika,” ujar Komisaris Besar Budi Hermanto, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, pada Rabu, 8 Juli 2026.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan perhitungan detail untuk mengetahui total jumlah uang yang berhasil ditemukan. Penggeledahan ini merupakan bagian dari penyelidikan terkait tiga kasus penting. Pertama, kasus tindak pidana pencucian uang atau TPPU serta suap yang melibatkan PT Asabri. Kedua, kasus korupsi pasokan batu bara yang mengakibatkan blackout di wilayah Sumatera. Ketiga, kasus yang berkaitan dengan PT Krakatau Steel. Special Plan ini mencakup koordinasi intensif antara berbagai lembaga penegak hukum.

Latar Belakang Ferry Hongkiriwang dan Kaitannya dengan Kasus Tinggi

Cafe de’Clan bukanlah tempat pertama yang menjadi sasaran penggeledahan polisi. Pada tahun 2025, petugas juga telah merencanakan penggeledahan di kafe tersebut. Kafe ini dikelola oleh Ferry Yanto Hongkiriwang yang diduga memiliki hubungan erat dengan Agung Febrie Ardiansyah, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan. Special Plan yang dijalankan melibatkan analisis mendalam terhadap hubungan-hubungan strategis di antara para tersangka.

Ferry pernah ditangkap oleh polisi pada Senin, 28 Juli 2025. Penangkapan ini dilakukan berdasarkan dugaan penculikan, penganiayaan, dan perintangan penyidikan. Ia dituduh telah melakukan penganiayaan dan penculikan terhadap personel Detesemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian RI. Proses penangkapan ini merupakan bagian dari Special Plan yang telah disiapkan sejak lama.

Insiden menarik terjadi pada Jumat, 25 Juli 2025. Saat bersantap siang di Bogor Cafe, Hotel Borobudur, Jakarta, Ferry dibuntuti oleh anggota Densus 88, Brigadir Satu Faisal Faizurrahman. Mendapatkan situasi tersebut, Ferry segera menghubungi seorang perwira tinggi TNI. Tak lama kemudian, beberapa prajurit yang diduga berasal dari Bais tiba di lokasi dan menahan Briptu Faisal. Peristiwa ini menjadi salah satu titik penting dalam Special Plan penyelidikan.

Laporan Majalah Tempo edisi 24 Agustus 2025 mengungkap informasi penting. Penegak hukum yang menyidik kasus penculikan anggota Densus 88 tersebut menjelaskan bahwa Briptu Faisal berasal dari tim yang sama dengan personel Densus 88 yang pernah membuntuti Jampidsus Febrie. Informasi ini memperkuat dasar Special Plan yang sedang dijalankan.

Sejarah Cafe de’Clan sebagai Lokasi Peristiwa Penting

Sebelum berganti nama menjadi Cafe de’Clan, kafe ini dikenal dengan nama Gontran Cherrier. Lokasi ini menjadi saksi peristiwa penguntitan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, oleh anggota Densus 88 pada 19 Mei 2024. Febrie dikabarkan sering menghabiskan waktu untuk makan di tempat tersebut sebelum peristiwa terjadi. Special Plan memanfaatkan lokasi strategis ini untuk mengumpulkan bukti-bukti tambahan.

Penemuan uang dolar dalam jumlah besar di brankas Cafe de’Clan menambah lapisan kompleksitas dalam penyelidikan. Koneksi antara Ferry, Febrie, dan berbagai pihak terkait menunjukkan jaringan yang mungkin melibatkan kasus-kasus besar yang sedang ditangani aparat penegak hukum. Proses verifikasi dan perhitungan uang masih berlanjut untuk memastikan akurasi data yang ditemukan. Special Plan ini diharapkan dapat mengungkap seluruh dimensi kasus yang melibatkan para tersangka utama.

Join the discussion