Skip to content
Metro

Petinggi Polri dan Komisi III DPR Datangi Gedung Kejagung

Maya Rahman - tempatdonasi.com 3 mins read

Kunjungan Pejabat Polri dan DPR ke Gedung Kejaksaan Agung Visit Agenda - Sabtu, 11 Juli 2026 menjadi hari yang cukup sibuk bagi Gedung Kejaksaan Agung.

Petinggi Polri dan Komisi III DPR Datangi Gedung Kejagung

Kunjungan Pejabat Polri dan DPR ke Gedung Kejaksaan Agung

Tempatdonasi.com – Sabtu, 11 Juli 2026 menjadi hari yang cukup sibuk bagi Gedung Kejaksaan Agung. Sekitar pukul 14.00 WIB, kompleks gedung tersebut ramai dikunjungi oleh sejumlah pejabat tinggi dari kepolisian dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Kehadiran mereka menimbulkan spekulasi mengenai agenda penting yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.

Di antara para tamu yang tercatat hadir adalah Ketua Komisi Hukum DPR RI, Habiburrohman. Ia datang didampingi oleh Kapolda Metro Jaya, Komisaris Jenderal Asep Edi Suheri. Selain itu, Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri, Inspektur Jenderal Totok Suharyanto, juga terlihat berada di lokasi. Kehadiran pelaksana tugas Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus, Rudi Margono, semakin memperkuat indikasi bahwa pertemuan ini berkaitan dengan kasus-kasus hukum yang sedang berlangsung.

Agenda Konferensi Pers yang Diharapkan

Kejaksaan Agung telah menyiapkan jadwal konferensi pers untuk pukul 15.00 WIB. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menyampaikan undangan resmi kepada para wartawan melalui pernyataan tertulis. Ia menjelaskan bahwa media diundang untuk menghadiri agenda konferensi pers di Gedung Utama Kejaksaan Agung. Langkah ini menunjukkan bahwa pihak Kejaksaan ingin memberikan klarifikasi atau pengumuman penting kepada publik.

Konferensi pers ini digelar tidak lama setelah Kejaksaan Agung mengumumkan pengunduran diri Febrie Adriansyah dari jabatannya sebagai Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus. Pengumuman tersebut disampaikan pada Sabtu dini hari, tepat sebelum kunjungan para pejabat tersebut. Sebagai tindak lanjut, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menunjuk Rudi Margono untuk menggantikan posisi Febrie sebagai pelaksana tugas Jampidsus.

Latar Belakang Pengunduran Diri Febrie Adriansyah

Pengunduran diri Febrie Adriansyah tidak terlepas dari keterlibatannya yang diduga dalam beberapa kasus korupsi besar. Namanya disebut-sebut terkait dengan penyidikan korupsi di PT Asabri dan PT Krakatau Steel. Selain itu, Febrie juga dikaitkan dengan kasus korupsi pasokan batu bara yang menyebabkan pemadaman listrik di wilayah Sumatera. Kasus-kasus ini sedang diurus oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri bersama Polda Metro Jaya.

Sebelum pengunduran dirinya, penyidik dari Kortastipidkor Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah melakukan penggeledahan di rumah Febrie yang berlokasi di Sentul, Kabupaten Bogor. Penggeledahan ini dilakukan dalam rangka penyelidikan terhadap tiga perkara yang sedang berlangsung. Selama proses penggeledahan, polisi menemukan sebuah brankas yang tersembunyi di balik dinding kayu. Dari brankas tersebut, penyidik menyita emas seberat 74 kilogram serta uang tunai senilai sekitar Rp 476 miliar.

Hingga saat ini, kepolisian belum menetapkan tersangka resmi dalam perkara tersebut. Febrie sendiri telah membantah keterlibatannya setelah namanya dikaitkan dengan penyidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Ia memberikan penjelasan melalui konferensi pers yang digelar di Gedung Bundar Kejaksaan Agung pada Jumat, 10 Juli 2026.

Tentang rumah Sentul ya, itu memang rumah pribadi Jampidsus yang sudah sejak lama. Itu bisa dilihat bagaimana proses kepemilikan sejak awal ya. Dan mengenai uang tadi kan sudah saya jelaskan yang ditemukan, bahwa itu ada pemilik, bahwa itu ada kegiatan, ada orang-orang juga terima kegiatan, itu bisa juga ditanya.

Pernyataan bantahan tersebut disampaikan oleh Febrie sehari sebelum Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, mengumumkan pengunduran dirinya. Klarifikasi ini menjadi bagian dari upaya Febrie untuk membantah tuduhan yang ditujukan kepadanya.

Kunjungan para petinggi Polri dan DPR ke Gedung Kejaksaan Agung pada hari ini menunjukkan bahwa kasus-kasus korupsi yang melibatkan Febrie Adriansyah masih menjadi perhatian serius dari berbagai pihak. Publik kini menunggu hasil dari konferensi pers yang akan digelar untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut mengenai perkembangan kasus-kasus tersebut.

Join the discussion