Skip to content
Metro

Tiga Bandar Narkoba yang Bunuh Polisi di Katingan Ditangkap

Intan Kurniawan - tempatdonasi.com 3 mins read

Tiga Bandar Narkoba Pembunuh Polisi di Katingan Ditangkap What Happened During - Operasi penangkapan yang dilakukan oleh tim gabungan berhasil mengamankan

Tiga Bandar Narkoba yang Bunuh Polisi di Katingan Ditangkap

Tiga Bandar Narkoba Pembunuh Polisi di Katingan Ditangkap

Tempatdonasi.com – Operasi penangkapan yang dilakukan oleh tim gabungan berhasil mengamankan tiga tersangka utama bandar narkotika, psikotropika, serta zat adiktif lainnya di wilayah Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah. What Happened During peristiwa ini menjadi sorotan publik karena ketiga individu tersebut tidak hanya dikenal sebagai pengedar narkoba, tetapi juga menjadi tersangka utama dalam kasus penyerangan dan pembunuhan tiga personel Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan yang sedang melaksanakan tugas penggerebekan markas mereka.

Dalam keterangan resminya yang disampaikan pada hari Kamis, tanggal 9 Juli 2026, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Eko Hadi Santoso, mengonfirmasi keberhasilan operasi tersebut. What Happened During proses penangkapan ini melibatkan Tim Gabungan Subdit IV bersama dengan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri. Identitas ketiga tersangka tersebut adalah BIO, PERIE, dan Ramblan yang lebih dikenal dengan panggilan BUSU. Ketiga tersangka ini kini akan menghadapi proses hukum yang lebih lanjut.

“Tersangka atas nama BIO, PERIE, dan Ramblan alias BUSU telah berhasil ditangkap Tim Gabungan Subdit IV dan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Eko Hadi Santoso dalam keterangannya, Kamis, 9 Juli 2026.

Menurut informasi yang dihimpun, langkah selanjutnya yang akan diambil oleh pihak kepolisian adalah membawa ketiga tersangka tersebut ke Jakarta. What Happened During pemindahan ini bertujuan untuk melakukan pendalaman pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap seluruh rangkaian kejahatan yang telah mereka lakukan. Selain itu, penyelidikan juga masih terus dilakukan untuk mengungkap lapisan jaringan yang lebih luas, termasuk para atasan atau pihak yang membawahi ketiga tersangka tersebut dalam struktur peredaran narkoba di wilayah tersebut.

Kronologi Tragedi Penggerebekan yang Menewaskan Tiga Polisi

Peristiwa berdarah ini bermula pada hari Rabu, tanggal 1 Juli 2026. What Happened During saat itu, sebanyak dua belas personel Satresnarkoba Polres Katingan ditugaskan khusus untuk menyelidiki peredaran sabu-sabu di Desa Tumbang Kalemei. Berdasarkan hasil penyelidikan awal yang cermat, petugas berhasil mengidentifikasi seorang terduga pelaku yang memiliki inisial BIO. Dari data yang ada, diketahui bahwa BIO merupakan seorang residivis yang pernah terlibat dalam kasus narkoba sebelumnya.

Setelah identifikasi dilakukan, tim operasi kemudian dibagi menjadi dua kelompok kerja. Kelompok utama ditugaskan untuk melakukan upaya penangkapan terhadap pelaku di kediamannya. Namun, situasi berubah drastis saat proses penangkapan berlangsung. Aksi perlawanan bersenjata pun meletus, di mana sejumlah orang di lokasi tersebut menyerang petugas menggunakan senjata tajam.

Polisi sempat memberikan tembakan peringatan sebagai bentuk kewaspadaan, namun serangan terhadap petugas terus berlanjut tanpa henti. Hal ini memaksa pihak kepolisian untuk melakukan tindakan terukur guna melindungi keselamatan seluruh personel yang terlibat. Kondisi lapangan menjadi semakin tidak kondusif ketika keluarga terduga pelaku serta sejumlah warga setempat berdatangan dan ikut serta dalam penyerangan. Mereka menggunakan berbagai jenis senjata tajam, senjata api rakitan, serta benda-benda berbahaya lainnya untuk menyerang petugas.

Dalam insiden tersebut, seorang personel polisi ditemukan tewas di dekat lokasi kejadian. Sementara itu, dua personel lainnya sempat hilang kontak dan tidak diketahui keberadaannya. Setelah pencarian intensif dilakukan, akhirnya kedua personel tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal di sebuah sungai yang berada di sekitar area penggerebekan.

Korban tewas dalam operasi tersebut adalah Aipda Anumerta Yudhie Perdana Putra, Ipda Anumerta Sumariyanto, dan Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana. Sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan jasa mereka, Markas Besar Polri memberikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta kepada ketiga personel yang gugur tersebut. What Happened During kematian mereka menjadi pengingat akan bahaya yang dihadapi oleh petugas kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba di daerah-daerah terpencil.

Keberhasilan penangkapan ketiga tersangka ini diharapkan dapat menjadi titik balik dalam upaya memberantas jaringan narkoba di Kalimantan Tengah. Dengan adanya konfirmasi identitas tersangka yang jelas, proses hukum dan penyelidikan lebih lanjut dapat berjalan dengan lebih efektif. Masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan penuh terhadap operasi penindakan ini demi terciptanya keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.

Join the discussion