Skip to content
Tekno

Ilmuwan Temukan Cara Produksi Protein Susu Sapi dari Tanaman

Tegar Utami - tempatdonasi.com 3 mins read

Para ilmuwan telah berhasil mengembangkan metode baru untuk menghasilkan β-casein, komponen protein esensial dalam susu sapi, melalui rekayasa tanaman. Temuan

Ilmuwan Temukan Cara Produksi Protein Susu Sapi dari Tanaman

Penemuan Inovatif: Protein Susu Sapi Berasal dari Tanaman, Bukan Sapi

Tempatdonasi.com – Para ilmuwan telah berhasil mengembangkan metode baru untuk menghasilkan β-casein, komponen protein esensial dalam susu sapi, melalui rekayasa tanaman. Temuan ini membuka jalan bagi produksi bahan baku susu yang lebih mandiri dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada peternakan konvensional. Hasil penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal ilmiah Frontiers in Plant Science dan dipandang sebagai langkah penting menuju keberlanjutan industri protein susu.

Penemuan yang Tidak Terduga

Yang menarik dari penelitian ini adalah lokasi penyimpanan protein susu di dalam sel tanaman. Sebelumnya, para peneliti mengira protein tersebut akan ditampung di vakuola penyimpanan. Namun, pengamatan mendalam menggunakan mikroskop elektron mengungkapkan hal yang berbeda. β-casein justru membentuk struktur kaya protein yang menyerupai misel kasein alami, kemudian berkumpul di sekitar badan minyak kecil di dalam sel biji tanaman. Yang lebih menakjubkan, struktur ini tetap terbentuk tanpa mengganggu proses perkecambahan biji secara signifikan.

Temuan ini mengindikasikan bahwa tanaman mungkin memiliki mekanisme penyimpanan protein kompleks yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya. Tanaman dengan performa terbaik mampu menghasilkan β-casein sekitar 1,26 persen dari total protein biji yang larut, sebuah angka yang melampaui banyak studi sebelumnya yang berupaya memproduksi kasein melalui tanaman.

Tim Peneliti dan Metodologi

Studi ini dipandu oleh Oded Shoseyov dari Hebrew University of Jerusalem, bekerja sama dengan perusahaan bioteknologi Miruku dari Selandia Baru. Dalam eksperimen mereka, tim peneliti melakukan modifikasi genetik pada biji tanaman Arabidopsis sehingga mampu mensintesis β-casein sapi. Setelah itu, mereka memandu protein tersebut ke berbagai kompartemen seluler untuk mengidentifikasi lokasi penyimpanan yang paling optimal.

“Salah satu hal paling menarik dalam sains adalah ketika alam memberikan kejutan kepada kita,” kata Shoseyov, dikutip dari laporan Earth, 19 Juli 2026. “Kami awalnya ingin mengirim protein itu ke satu lokasi tertentu di dalam sel, tapi justru menemukan bahwa tanaman secara efektif menciptakan sistem penyimpanannya sendiri.”

Shoseyov menambahkan bahwa pemahaman terhadap perilaku tidak terduga ini memberikan wawasan berharga tentang cara tanaman menangani protein kompleks. Pengetahuan ini akan membantu para ilmuwan merekayasa sistem yang lebih efisien untuk memproduksi protein susu berkelanjutan di masa depan.

Aplikasi dan Implikasi Jangka Panjang

Menurut para peneliti, temuan ini memiliki manfaat ganda. Selain mendukung pengembangan alternatif produk susu, teknologi ini juga dapat diterapkan dalam bidang plant molecular farming. Bidang ini memanfaatkan tanaman sebagai penghasil protein bernilai tinggi untuk kebutuhan pangan, nutrisi, hingga obat-obatan. Dengan memahami cara protein rekombinan tersimpan secara alami di dalam sel tanaman, proses produksi berpotensi menjadi lebih efisien, biaya pemurnian dapat ditekan, dan hasil protein yang diperoleh bisa meningkat.

Sebagai langkah lanjutan, tim peneliti juga telah berhasil menerapkan teknologi yang sama pada tanaman safflower, tidak lagi hanya pada tanaman model Arabidopsis. Safflower dipilih karena merupakan tanaman penghasil minyak yang tahan terhadap iklim panas dan lahan kering, sehingga dinilai lebih berpotensi untuk dikembangkan dalam skala besar seiring meningkatnya kebutuhan akan sumber protein yang lebih ramah lingkungan.

Pilihan Editor: Lahan Dirusak Tambang Emas, DLH Banyuwangi Surati Pemprov

Join the discussion